Langsung ke konten utama

kebidanan I makalah kehamilan lengkap


TINJAUAN PUSTAKA

A.      Kehamilan
1.         Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah hasil dari ‘’kencan’’ sperma dan sel telur, dalam prosesnya, perjalanan sperma untuk menemui sel telur (ovum) betul-betul penuh perjuangan. Dari sekitar 20-40 juta sperma yang dikeluarkan, hanya sedikit survive yang berhasil mencapai tempat sel telur, dari jumlah yang sudah sedikit itu, Cuma satu sperma saja yang bisa membuahi sel telur (Walyani, 2015).
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilitas atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Berlangsung dalam waktu 40 minggu, 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan menjadi 3 trimester, dimana trimester 1 berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga  ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu,  minggu ke-28 hingga ke-40 (Prawirohardjo, 2010).
Kehamilan merupakan masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama hari terakhir. Kehamilan adalah mulai dari ovulasi sampai partus lamanya 280 hari (40 minggu) dan lebih dari 300 hari (43 minggu) (Rukiah, 2009).

2.         Proses Kehamilan
Untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum (konsepsi), dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi (Prawirohardjo, 2010).
Pembuahan (konsepsi) adalah awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu seperma. Peristiwa konsepsi terjadi di ampula tuba. Ovulasi terjadi ± 2 hari sebelum haid yang akan datang, sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi, ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi. Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari ovarium. Fertilisasi adalah suatu pristiwa penyatuan antara sperma dengan sel telur dituba falopi, pada saat coitus, 3-5cc semsn yang ditumpahkan kedalam forniks posterior, dengan jumlah spermatozoon sekitar 200-500 juta. Gerakan sperma  dari serviks terus melintasi uterus menuju tuba falopi. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami degenerasi dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Apabila sel telur telah habis di produksi, seorang wanita mengalami menepouse, jika terjadi pembuahan, sel telur yang telah dibuahi sperma akan mengalami serangkaian pembelahan/mitosis dan tumbuh menjadi bakal janin (embrio). Gerakan sperma didalam rongga uterus dan tuba disebabkan oleh  peranan kontraksimiometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat senggama. Spermatozoa yang dapat melintasi zona pellucid dan masuk kedalam vitellus pada saat fertilisasi hanya satu, sekali sebuah spermatozoa menyantuh zona pelusida akan terjadi perlekatan yang kuat dan menembus secara cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lain. Pada keadaan normal, sel tubuh mempunyai 46 buah kromosom, ialah 44 kromosom otosom dan 2 kromosom kelamin, pada laki-laki satu Y dan satu Z, setelah pembuahan kematangan, maka ovum matang mempunyai 22 kromoson otosom serta 1 kromosom Y, dan suatu spermatozoa mempunyai 22 kromosom otosom serta 1   kromosom Y atau 22 otosom serta 1 kromosom Z. Bersatunya sel sel sperma dan sel telur membentuk zygote. Zigot sebagai hasil pembuahan yang memiliki 44 kromosom otosom serta 2 kromosom Y, akan tumbuh janin perempuan, sedangkan yang memiliki 44 kromosom otosom serta 1 ktomosom Y dan 1 kromosom Z akan tumbuh sebagai janin laki-laki (Prawirohardjo, 2010)
Zigot akan mengalami pembelahan sekitar 30 jam pasca konsepsi. Proses pembelahan menjadi 2 sel yang disebut blastomer. Blastomer akan berjalan menuju uterus dan uterus melakuakn pembelahan menjadi 4 sel. Kemudian membelah lagi menjadi 8 sel dan akhirnyo zigot menjadi 12-16 blastomer yang menyerupai buah murbai yang disebut morula. Pada akhir minggu pertama (hari ke 5-7) zigot mencapai cavum uteri. Pada saat itu u terus sedang berada dalam fase sekresi lender dibawah pengaruh progesteron dari karpus luteum yang masih aktif. Sehingga lapisan endometrium dinding rahim menjadi kaya pembuluh darah dan banyak muara kelenjar selaput lender rahim yang terbuka dan aktif. Kontak antar zigot stadium blastokista denagn dinding rahim pada keadaan tersebut akan mencetuskan berbagai reaksi seluler, sehingga sel-sel trofoblas zigot tersebut akan menempel dan mengadakan infiltrasi dalam lapisan epitel endometrium uterus (terjadi implantasi) (Manuaba 2010).
Didalam al-quran telah dijelaskan mengenai penciptaan manusia yang termasuk didalam surat as-sajdah : 7-9 yang berbunyi :
جَعَلَ ثُمَّ (٧)طِينٍ مِنْنْسَانِ الْإِ خَلْقَ بَدَأَ وَۖ خَلَقَهُشَيْءٍ كُلَّأَحْسَنَ الَّذِي
رُوحِهِ مِنْ فِيهِ نَفَخَ وَ هُسَوَّا ثُمَّ(۸)مَهِينٍ مَاءٍمِنْ سُلَالَةٍ مِنْ نَسْلَهُ
(۹)تَشْكُرُونَ مَاۚقَلِيلًا لْأَفْئِدَةَ وَا بْصَارَ وَالْأَ السَّمْعَ لَكُمُۖوَجَعَلَ
Artinya : “ dan segala sesuatu yang diciptakan-Nya dibuat-Nya dengan sebaik-baiknya, dan dimulai menciptakan manusia dari tanah, kemudian ia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina, kemudian ia membentuknya dan meniup kedalamnya sebagian dari ruh-Nya, dan dijadikannya untuk kamu pendengaran, penglihatan dan hati (pikiran dan perasaan), sedikit sekali kamu bersyukur (QS. As-sajdah/32:7-9).

3.         Perubahan Anatomi dan Fisiologi Kehamilan
a)        Sistem Reproduksi
1)        Uterus
a.    Ukuran
Pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4.000 cc. (Sulistyawati, 2009).
Tabel 2.1
TFU menurut Penambahan per Tiga Jari
Usia Kehamilan
(Minggu)
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
12
3 jari diatas symphisis
16
Pertengahan pusat-symphisis
20
3 jari dibawah pusat
24
Setinggi pust
28
3 jari diatas pusat
32
Pertengahan pusat-prosesus xiphoidues (px)
36
3 jari dibawah prosesus xiphoidues (px)
40
Pertengahan pusat- prosesus xiphoidues (px)

b.      Berat
Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 gram menjadi 1.000 gram pada akhir bulan (Sulistyawati, 2009).
Tabel 2.2
Bentuk Uterus Berdasarkan Usia Kehamilan
Usia Kehamilan
Bentuk dan Konsistensi Uterus
Bulan pertama
Seperti buah alpukat.
Isthmus rahim menjadi hipertopi dan bertambah panjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak, keadaan ini yang disebut dengan Tanda Hegar.
2 bulan
Sebesar telur bebek.
3 bulan
Sebesar telur angsa.
4 bulan
Berbentuk bulat.
5 bulan
Rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, rahim terasa tipis, itulah sebabnya mengapa bagian-bagian janin ini dapat dirasakan melalui perabaan dinding perut.

c.       Posisi rahim dalam kehamilan
Awal kehamilan antefleksi atau retrofleksi, akhir bulan kedua uterus teraba satu sampai dua jari diatas symphisis pubis keluar dari rongga panggul, akhir 36 minggu 3 jari di bawah procesus xyphoideus (Rukiah, 2009).
d.      Vaskularisasi
Arteri uterine dan ovarica bertambah dalam diamter, panjang, dan anak-anak cabangnya, pembuluh darah vena mengembang dan bertambah (Sulistyawati, 2009).
e.       Serviks Uteri
Bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak, kondisi ini yang disebut dengan Tanda goodel. Kelenjar endoservikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus. Oleh karena pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid, dan ini disebut dengan Tanda Chadwick (Sulistyawati, 2009).
2)        Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya plasenta yang akan mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron (Sulistyawati, 2009).
3)        Vagina dan Vulva
Oleh karena pengaruh estrogen, terjadi hipervaskularisasi pada vagina dan vulva, sehingga pada bagian tersebut terlihat lebih merah atau kebiruan, kondisi ini disebut dengan Tanda Chadwick (Rukiah, 2009).
b)       Sistem Kardiovaskular
Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut sebagai curah jantung (cardiac output) meningkat sampai 30 – 50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai pucaknya pada usia kehamilan 16 – 28 minggu. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena pembesaran rahim menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%, setelah persalinan curah jantung menurun sampai 25-25% diatas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan (Sulistyawati, 2009).
 c)        Sistem Urinaria
Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).
Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena wanita itu hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. (Sulistyawati, 2009).
d)       Sistem Gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi. Sembelit semakin berat karena gerakan otot didalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron.
Wanita hamil sering mengalami rasa panas di dada (heartburn) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada didalam lambung karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan (Sulistyawati, 2009).
e)        Sistem Metabolisme
Janin membutuhkan 30-40 gram kalsium untuk pembentukan tulangnya dan ini terjadi ketika teimester terakhir. Peningkatan kebutuhan kalsium mencapai 70% dari diet biasanya. Kebutuhan zat besi wanita hamil kurang lebih 1.000 mg, 500 mg  dibutuhkan untuk meningkatkan massa sel darah merah dan 300 mg untuk transportasi ke fetus ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu, 200 mg sisanya untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh. Wanita hamil membutuhkan zat besi rata-rata 3,5 mg/hari. Pada metabolisme lemak terjadi peningkatan kadar kolestrol sampai 350 mg.
f)         Sistem Muskuloskeletal
Estrogen dan progesteron memberi efek maksimal pada relaksasi otot dan ligamen pelvis pada akhir kehamilan. Relaksasi ini digunakan oleh pelvis untuk meningkatkan kemampuannya menguatkan posisi janin pada akhir kehamilan dan pada saat kelahiran. Ligamen pada simfisis pubis dan sakroilika akan menghilang karena berelaksasi sebagai efek dari estrogen. Simfisis pubis melebar sampai 4 mm pada usia kehamilan 32 minggu dan sakrokoksigeus tidak teraba, diikuti terabanya koksigis sebagai pengganti bagian belakang.
Adanya sakit punggung dan ligamen pada kehamilan tua disebabkan oleh meningkatkan pergerakan pelvis akibat pembesaran uterus. Bentuk tubuh selalu berubah menyesuaikan dengan pembesaran uterus ke depan karena tidak adanya otot abdomen.
Bagi wanita yang kurus lekukan lumbalnya lebih dari normal dan menyebabkan lordosis dan gaya beratnya berpusat pada kaki bagian belakang. Hal ini menyebabkan rasa sakit yang berulang terutama di bagian punggung. Oleh karena itu, rasa sakit ini membtuhkan waktu yang cukup lama untuk relaksasi, biasanya wanita hamil menggangap apa yang dia rasaan adalah suatu penderitaan yang kadang memengaruhi suasana psikologisnya. Selain sikap tubuh yang lordosis, gaya berjalan juga menjadi berbeda dibandingkan ketika tidak hamil, yang kelihatan seperti akan jatuh dan tertatih-tatih (Sulistyawati, 2009).
g)        Kulit
Topeng kehamilan (cloasma gravidarum) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak dikulit kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terjadi disekeliling puting susu, sedangkan diperut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap, yaitu spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba bisa muncul dikulit, dan biasanya diatas pinggang.
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya serabut elastis dibawah kulit, sehingga striae livida. Bila terjadi peregangan yang hebat, misalnya pada hidramnion dan gemeli, dapat terjadi diastasis rekti dan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut sebagai linea nigra. Adanya vasodilatasi kulit menyebabkan ibu mudah berkeringat (Sulistyawati, 2009).
h)       Payudara
Payudara sebagai organ target untuk protes laktasi mengalami banyak perubahan sebagai persiapan setelah jalan lahir. Beberapa perubahan yang didapat diamati oleh ibu sebagai berikut:
1)      Selama kehamilan payudara bertambah besar, tegang, dan berat.
2)      Dapat teraba nodul-nodul, akibat hipertropi kelenjar alveoli.
3)      Bayangan vena-vena lebih membiru.
4)      Hiperpigmentasi pada areola dan puting susu.
5)      Kalau diperas akan keluar air susu jolong (colostrum) berwarna kuning (Sulistyawati, 2009).
i)          Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Berat Badan
Pertambahan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena itu, dipantau setiap bulan. Jika terdapat kelambatan dalam penambahan berat badan ibu, ini dapat mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyababkan gangguan pertumbuhan janin intra-uteri (Intra-Uterin Growth Retardation – IUGR) (Sulistyawati, 2009)
Peningkatan berat badan optimal untuk rata-rata kehamilan adalah 12,5 kg, 9 kg diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan yang optimal ini berkaitan dengan resiko komplikasi terendah selama kehamilan dan persalinan serta berat badan bayi lahir rendah (Walyani, 2015).
j)         Sistem Pernapasan
Ruang abdomen yang membesar oleh karena meningkatkannya ruang rahim dan pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi sedikit berbeda dari biasanya. Wanita hamil bernapas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen ke janin dan untuk dirinya. (Sulistyawati, 2009).

4.         Perubahan Psikologis Pada Kehamilan
a.         Perubahan Psikologi Trimester I
1)        Ibu merasa tidak sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan kehamilannya.
2)        Kadang muncul penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu berharap agar dirinya tidak hamil saja.
3)        Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya.
4)        Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama.
5)        Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya.
6)        Hasrat untuk melakukan hubungan seks berbeda-beda pada tiap wanita, tetapi kebanyakan akan mengalami penurunan (Ari Sulistyawati, 2012).
b.        Perubahan Psikologi Pada Trimester II
1)        Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang tinggi
2)        Ibu sudah bisa menerima kehamilannya
3)        Merasakan gerakan anak
4)        Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran
5)        Libido meningkat
6)        Menuntut perhatian dan cinta
7)        Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya
8)        Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu
9)        Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan untuk peran baru (Ari Sulistyawati, 2012).
c.         Perubahan Psikologi Pada Trimester III
1)        Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik.
2)        Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu
3)        Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, khawatir akan keselamatannya
4)        Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perharian dan kekhawatirannya
5)        Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya
6)        Merasa kehilangan perhatian
7)        Perasaan mudah terluka (sensitive)
8)        Libido menurun (Ari Sulistyawati, 2012).

5.         Tanda-Tanda Kehamilan
1)      Tanda Pasti Kehamilan
a.       Terdengar denyut jantung janin (DJJ)
b.      Teraba gerakan janin
c.       Pada pemeriksaan USG terlihat adanyan kantong kehamilan, ada gambaran embrio
d.        Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin (>16 minggu) (Sulistyawati, 2009).
2)      Tanda Tidak Pasti Kehamilan
a.       Pembesaran perut. Terjadi akibat pembesaran uterus.
b.      Tanda Hegar. Segmen bawah rahim melunak.
c.       Tanda Chadwick. Warna kebiruan pada serviks, vagina, dan vulva.
d.      Tanda Goodel. Pelunakan serviks, pada wanita yang tidak hamil serviks seperti ujung hidung, sedangkan pada wanita hamil serviks melunak seperti bibir.
e.       Tanda piscaseck. Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris.
f.       Broxton Hicks. Bila uterus dirangsang akan mudah berkontraksi.
g.      Teraba ballottement. Jika dilakukan pemeriksaan palpasi diperut ibu dengan cara menggoyangkan-goyangkan disalah satu sisi, makan akan terasa “pantulan” disisi yang lain.
h.      Tes Urine kehamilan (Tes HCG) Positif. Tes urine dilaksanakan minimal satu minggu setelah terjadi pembuahan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormon gonadotropin dalam urine (Sulistyawati, 2009).
 3)      Tanda Dugaan Hamil
a.       Amenorhea (tidak mengalami menstruasi sesuai siklus(terlambat haid)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi folikel degraaf dan ovulasi. Dengan mengetahui hari pertama haid terakhir dengan perhitungan rumus Naegle, dapat ditentukan perkiraan persalinan.
b.      Mual dan muntah
Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Mual dan muntah terutama pada pagi hari disebut morning sicknes. Dalam batas yang fisiologis, keadaan ini dapat diatasi, akibat mual dan muntah, nafsu makan berkurang.
c.       Mengidam
Wanita hamil sering menginginkan makan tertentu, keinginan yang demikian disebut mengidam.
d.      Pingsan
Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan pingsan. Keadaan ini menghilang setelah usia kehamilan 16 minggu.
e.       Payudara menjadi tegang dan membesar
Pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mammae. Glandula montgomeri tampak lebih jelas.
f.       Anoreksia (tidak ada nafsu makan)
g.      Berat badan bertambah
h.      Sering miksi (sering buang air kecil)
Sering kencing terjadi karena kandung kemih pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan gejala ini bisa timbul lagi karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kencing.
(Rukiah, 2009)

6.         Pemeriksaan pada ibu hamil
Pemeriksaan kehamilan (Sulistyawati, 2012).
a.         Tes urine kehamilan
1)        Dilaksankan seawal mungkin begitu diketahui ada amenorhea (satu minggu setelah koitus).
2)        Upayakan urine yang digunakan adalah urine pagi hari.
b.        Pemeriksaan fisik ibu hamil
1)        Inspeksi
1.         Kepala dan leher : oedema di wajah, ikterus pada mata, bibir pucat, leher meliputi pembengkakan saluran limfe atau pembengkakan kelenjar tiroid.
2.         Payudara : ukuran, simetris, puting payudara (menonjol atau tenggelam, keluar cairan kolostrum atau cairan yang lain, retraksi massa, nodus axilla).
3.         Abdomen : luka bekas operasi, tinggi fundus uteri (jika lebih dari 12 minggu), letak presentasi, posisi, penurunan kepala (jika lebih dari 36 minggu), mendengar denyut jantung janin (bila kehamilan lebih dari 18 minggu).

2)        Palpasi Abdomen
Menggunakan cara Leopold dengan langkah sebagai berikut:
1.         Leopold I
1)        Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian janin yang ada difundus.
2)        Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a.         Pemeriksaan menghadap pasien.
b.        Kedua tangan meraba bagian fundus dan mengukur berapa tinggi fundus uteri.
c.         Meraba bagian apa yang ada di fundus. Jika teraba benda bulat, melenting, mudah digerakkan, maka itu adalah kepala. Namun jika teraba benda bulat, besar, lunak, tidak melenting, dan susah digerakkan, maka itu adalah bokong janin.
Gambar 2.1 Cara melakukan palpasi leopold 1

(Sulistyawati, 2012)
2.         Leopold II
a.         Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada disebelah kanan atau kiri ibu.
b.        Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1)        Kedua tangan pemeriksa berada disebelah kanan dan kiri perut ibu.
2)        Ketika memeriksa sebelah kanan, maka tangan kanan menahan perut sebelah kiri ke arah kanan.
3)        Raba perut sebelah kanan menggunakan tangan kiri, dan rasakan bagian apa yang ada disebelah kanan (jika teraba benda yang rata, tidak teraba bagian kecil, teraba ada tahanan, maka itu adalah punggung bayi, namun jika teraba bagian-bagian yang kecil dan menonjol, maka itu adalah bagian kecil janin).
                                          Gambar 2.2
                       Cara melakukan palpasi leopold II

        Sumber (Sulistyawati, 2012)
3.         Leopold III
a.         Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada dibawah uterus.
b.        Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1)        Tangan kiri menahan fundus uteri.
2)        Tangan kanan meraba bagian yang ada dibagian bawah uterus. Jika teraba bagian yang bulat, melenting, keras, dan dapat digoyangkan, maka itu adalah kepala. Namun jika teraba bagian yang bulat, besar, lunak, dan sulit digerakkan, maka itu adalah bokong. Jika dibagian bawah tidak ditemukan kedua bagian seperti diatas, maka pertimbangan apakah janin dalam letak melintang.
3)        Pada letak sungsang (melintang) dapat dirasakan ketika tangan kanan menggoyangkan bagian bawah, tangan kiri akan merasakan ballottement (pantulan dari kepala janin, terutama ini ditemukan pada usia kehamilan 5-7 bulan).
4)        Tangan kanan meraba bagian bawah (jika terba kepala, goyangkan, jika maih mudah digoyangkan, berarti kepala belum masuk panggul, namun jika tidak dapat digoyangkan, berarti kepala sudah masuk panggul), lalu lanjutkan pada pemeriksaan Leopold IV untuk mengetahui seberapa jauh kepala sudah masuk panggul.
                                   Gambar 2.3
           Cara melakukan palpasi leopold III

Sumber (Sulistyawati, 2012)
4.         Leopold IV
a.         Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada dibawah dan untuk mengetahui apakah kepala sudah masuk panggul atau belum.
b.        Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1)        Pemeriksa menghadap kaki pasien.
2)        Kedua tangan meraba bagian janin yang ada dibawah.
3)        Jika teraba kepala, tempatkan kedua tangan didua belah pihak yng berlawanan dibagian bawah.
4)        Jika kedua tangan konvergen (dapat saling bertemu) berarti kepala belum masuk panggul.
5)        Jika kedua tangan divergen (tidak saling bertemu) berarti kepala sudah masuk panggul.
Gambar 2.4
Cara Pemeriksaan Leopold IV


      Sumber (Sulistyawati, 2012)

c.         Pemeriksaan USG
1)        Dilaksanakan sebagai salah satu dignosis pasti kehamilan.
2)        Gambaran yang terlibat, yaitu adanya rangka janin dan kantong kehamilan.
d.        Pemeriksaan Rontgen
1)        Merupakan salah satu alat untuk melakukan penegakan diagnosa pasti kehamilan.
2)        Terlihat gambaran kerangka janin, yaitu tengkorak dan tulang belakang.

7.         Asuhan Antenatal Care
a.      Pengertian Asuhan Antenatal Care
Asuhan antenatal care adalah cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Ibu hamil dianjurkan mengunjungi dokter atau bidan sedini mungkin seemenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal (Rukiah, 2009).

b.      Tujuan Asuhan Kehamilan
1)      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang ibu dan tumbuh kembang bayi.
2)      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
3)      Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4)      Mempersiapkan persalinan yang cukup bulan, melahirkn dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)      Mempersiapkan ibu agar nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif.
6)      Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.(Rukiah, 2009).

c.       Standar Antenatal “10T”:
1)        Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan
Pengukuran tinggi badan cukup satu kali, bila tinggi badan < 145cm, maka faktor risiko panggul sempit, kemungkinan sulit melahirkan secara normal. Penimbangan berat badan setiap kali periksa, sejak bulan ke-4 pertambahan BB paling sedikit 1 kg/bulan.
2)        Pengukuran tekanan darah (tensi)
Tekanan darah normal 120/80 mmHg. Bila tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg, ada factor risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) dalam kehamilan.
3)        Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)
Bila <23,5 cm menunjukkan ibu hamil menderita Kurang Energi Kronis (ibu hamil KEK) dan berisiko melahirkan Bari Berat Lahir Rendah (BBLR) (Kemenkes RI, 2015).
4)        Pengukuran tinggi rahim
Pengukuran tinggi rahim berguna untuk melihat pertumbuhan janin apakah sesuai dengan usia kehamilan.
5)        Penentuan letak janin (presentasi janin) dan perhitungan denyut jantung janin.
Apabila trimester III bagian bawah janin bukan kepala atau kepala belum masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak atau ada masalah lain. Bila denyut jantung janin kurang dari 120 kali/menit atau lebih dari 160 kali/menit menunjukkan ada tanda GAWAT JANIN, SEGERA RUJUK.
6)        Penentuan status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)
Oleh petugas untuk selanjutnya bilamana diperlukan mendapatkan suntikan tetanus toksoid sesuai anjuran petugas keehatan untuk mencegah tetanus pada Ibu dan Bayi.


Tabel. 2.3
rentang waktu pemberian imunisasi TT dan lama perlindungannya:
Status
Jenis Suntikan
Interval Waktu
Lama Perlindungan
T1
TT1


Langkah awal pembentukan kekebalantubuh terhadap penyakit Tetanus
T2
TT2
1 bulan dari TT1
3 tahun
T3
TT3
6 bulan dari TT2
5 tahun
T4
TT4
12 bulan dari TT3
10 tahun
T5
TT5
12 bulan dari TT4
>25 TAHUN
(Sumber: Kemenkes, 2015)
7)        Pemberian tablet tambah darah
Dan ibu hamil sesejak awal kehamilan minum 1 tablet tambah darah setiap hari minimal minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah diminum pada malam hari untuk mengurangi rasa mual.
8)        Tes laboratorium:
a)        Tes golongan darah, untuk mempersiapkan donor bagi ibu hamil bila diperlukan.
b)        Tes hemoglobin,untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah (anemia).
c)        Tes pemeriksaan urine (air kencing)
d)       Tes pemeriksaan darah lainnya, sesuai indikasi seperti malaria, HIV, sifilis, dan lain-lain.
9)        Konseling Penjelasan
Tenaga kesehatan memberi penjelasan mengenai perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusui dini (IMD), nifas, perawatan bayi baru lahir, ASI ekslusif, keluarga berencana dan imunisasi pada bayi. Penjelasan ini diberikan secara bertahap pada saat kunjungan ibu hamil.
10)    Tata laksana atau mendapatkan pengobatan,
Jika ibu mempunyai masalah kesehatan pada saat hamil (Kemenkes RI, 2015).

d.      Kunjungan Antenatal Care (ANC) minimal:
1)      Trimester I    : 1 kali (usia kehamilan 0-13 minggu)
2)        Trimester II : 1 kali ( usia kehamilan 14-27 minggu)
3)        Trimester III            : 2 kali (usia kehamilan 28-40 minggu)
(Sulistyawati, 2009)
Tabel 2.5
Informasi yang diberikan ketika Melakukan Asuhan Kebidanan
Kunjungan
Informasi Penting
Trimester I
1.    Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil.
2.    Mendeteksi masalah dan menanganinya.
3.    Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonaturum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan.
4.    Memulai kesiapan kelahiran bayi dan kesiapan menghadapi komplikasi.
5.    Mendorong prilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat, dan sebagainya).
Trimester II
Sama seperti di atas, ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklamsi (tanya ibu tentang gejala-gejala preeklamsi, pantau tekanan darah, evaluasi edema,periksa untuk mengetahui proteinuria).
Trimester III
1.     Usia kehamilan 28 – 36 minggu
2.     sama seperti di atas, ditambah dengan palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda.
3.     Usia kehamilan > 36 minggu
4.     Sama seperti diatas, ditambah dengan informasi mengenai letak janin dan posisi janin.
Sumber : Marmi, 2014

8.     Kebutuhan Ibu Hamil
Kebutuhan ibu hamil adalah sebagai berikut (Sulistiawati, 2009).
1.        Kebutuhan Fisik
a)         Diet makanan
Kebutuhan makanan pada ibu hamil mutlak harus dipenuhi. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, IUGR, inersia uteri, perdarahan pasca-persalinan, sepsis puerperalis, dan lain lain. Sedangkan kelebihan makanan, karena beranggapan pemenuhan makanan untuk dua orang akan berakibat kegemukan, pre-eklamsia,janin terlalu besar, dan sebagainya. Hal penting yang harus diperhatikan sebenarnya adalah cara mengatur menu dan pengolahan menu tersebut dengan berpedoman pada Pedoman Umum Gizi Seimbang.
2.        Kebutuhan energi
Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan pada ibu hamil untuk meningkatkan asupan energinya sebesar 285 kkal per hari. Tambahan energi ini bertujuan untuk memasok kebutuhan ibu dalam memenuhi kebutuhan janin. Pada trimester 1 kebutuhan energi meningkat untuk pembentukan organ-organ penting janin, dan jumlah tambahan energi ini terus meningkat pada trimester II dan III untuk pertumbuhan janin.
Protein. Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68% atau 12% per hari (75-100 gram). Sumber Protein terdapat dalam daging tak berlemak, ikan, telur, susu dan hasil olahannya.
Zat besi.Kebutuhan zat besi  salami hamil meningkat sebesar 300% (1.040 mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari asupan makanan ibu selama hamil melainkan perlu di tunjang dengan suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat di berikan sejak minggu ke 12 kehamilan sebesar 30-60g setiap hari selama kehamilan dan 6 minggu setelah kelahiran untuk mencegah anemia postpartum.
Asam folat. merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya meningkat 2 kali lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan dalam metabolisme normal makanan menjadi energi, pematangan sel darah merah, sitesis DNA, pertumbuhan sel dan pembentukan heme. Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat menderita anemia megalobstatik dengan gejala diare, depresi, lelah berat dan selalu mengantuk. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera ditangani maka pada ibu hamil akan terjadi BBLR, ablasio plasenta dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bipida). Jenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi, brokoli, sayur berdaun hijau (bayam, asparagus), dan kacang-kacangan (kacang kering, kacang kedelai).
Kalsium.Kadar kalsium dalam darah ibu turun drastic 5%. Oleh karena itu, asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil olahannya, udang, sarang burung, sarden, sayuran warna hijau tua dan lain-lain.
3.        Pakaian
Meskipun pakaian bukan merupakan hal yang berakibat langsung terhadap kesejahteraan ibu dan janin, namun perlu tetap dipertimbangkan beberapa aspek kenyamanan dalam berpakaian. Pemakaian pakaian dan kelengkapannya yang kurang tepat akan mengakibatkan beberapa ketidaknyaman yang akan menganggu fisik dan psikologis ibu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pakaian ibu hamil adalah memenuhi criteria berikut ini:
a.       Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut.
b.      Bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat.
c.       Pakai lah bra yang menyokong payudara.
d.      Memakai sepatu dengan hak yang rendah.
e.       Pakaian dalam yang selalu bersih.
4.        Istirahat
Dengan ada nya perubahan fisik pada ibu hamil.Salah satu nya beban berat pada perut sehingga terjadi perubahan sikap tubuh, tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan, oleh karena itu istirahat dan tidur sangat penting untuk ibu hamil.Posisi tidur yang di anjurkan pada ibu hamil adalah miring kekiri, kaki kiri lurus,kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan bantal,dan untuk mengurangi rasa nyeri pada perut,ganjal dengan bantal pada perut bawah sebelah kiri.
5.        Kebersihan tubuh
Kebersihan tubuh ibu hamil perlu di perhatikan karena dengan perubahan sistem metabolisme mengakibatkan peningkatan pengeluaran keringat. Keringat yang menempel di kulit meningkatkan kelembapan kulit dan memungkinkan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Jika tidak dibersihkan dengan mandi maka ibu hamil akan sangat mudah untuk terkena penyakit kulit.Selain dengan mandi, mengganti celana dalam secara rutin minimal 2 kali sehari sangat dianjurkan.
6.        Perawatan Payudara
Payudara merupakan aset yang sangat penting sebagai persiapan menyambut kelahiran bayi dalam proses menyusui. Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan payudara adalah sebagai berikut:
a.         Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang menggunakan busa, karena akan menggangu penyerapan keringat payudara.
b.         Gunakan bra dengan bentuk yang menyanggah payudara.
c.         Hindari membersihkan putting susu dengan sabun mandi karena akan menyebabkan iritasi.
7.        Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kecil.Tindakan pencegahan dapat  dilakukan dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung dalam keadaan kosong.
8.        Seksual
Hubungan Seksual selama kehamilan tidak di larang selama tidak ada riwayat penyakit seperti berikut ini:
a.         Sering Abortus dan kelahiran premature.
b.         Perdarahan per Vaginam.
c.         Koitus harus di lakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan.
d.        Bila ketuban sudah pecah, Koitus dilarang karena dapat menyebabkan inspeksi janin Intrauteri.
 9.        Sikap Tubuh yang Baik
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan mengadakan penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran janin. Perubahan tubuh yang paling jelas adalah tulang punggung bertambah lordosis karena tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang dibandingkan sikap tubuh ketika tidak hamil. Keluhan yang sering muncul dari perubahan ini adalah rasa pegal di punggung dan kram kaki ketika tidur malam hari. Untuk mencegah dan mengurangi keluhan ini perlu adanya sikap tubuh yang baik. 
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.
a.         pakailah sepatu dengan hak yang rendah/ tanpa hak dan jangan terlalu sempit.
b.         tidur dengan posisi kaki ditinggikan.
c.         Duduk dengan posisi punggung tegak.
d.        Hindari duduk atau berdiri terlalu lama (ganti posisi secara bergantian untuk mengurangi ketegangan otot).
10.    Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.


Tabel 2.4
rentang waktu pemberian imunisasi TT dan lama
perlindungannya:
Status
Jenis Suntikan
Interval Waktu
Lama Perlindungan
T1
TT1


Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus
T2
TT2
1 bulan dari TT1
3 tahun
T3
TT3
6 bulan dari TT2
5 tahun
T4
TT4
12 bulan dari TT3
10 tahun
T5
TT5
12 bulan dari TT4
>25 TAHUN
(Sumber: Kemenkes, 2015)

9.         Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan
1.    Perdarahan pervaginam
2.    Sakit kepala yang hebat
3.    Penglihatan kabur
4.    Bengkak diwajah dan jari-jari tangan
5.    Keluar cairan pervaginam
6.    Gerakan janin tidak terasa
7.    Nyeri abdomen yang hebat (Walyani, 2015)

Komentar